cerpen

Karotangan

Andreas Agil Munarwidya Jaka Tingkir akhirmya menghadiahkan Alas Mentaok pada Bagus Kacung. Konsekuensi dari kemenangannya dalam sayembara melawan pemberontakan yang dikobarkan Arya Penangsang. Walau bisikan pernah mampir pada sang raja. Wangsit bahwa nanti akan muncul kerajaan hebat di bumi tersebut—dan ada yang belum begitu rela sepertinya. … “Mas, mbok kerja apa gitu lho..” Yang dikasih …

Karotangan Read More »

Menyusu Pada Pohon Tarra’

Oleh: Maulidia Benarkah surga ada di telapak kaki ibu? Pada bagian mana letak surga pada kaki ibu? Tumit? Telapak kaki? Jari-jemari kaki? Mata kaki? Punggung kaki? Atau bersembunyi bersama kotoran kaki di dalam kuku ibu jari? Aku tak sempat mengintip kaki ibuku sebab aku telah mati. Aku membuat ibuku merintih kesakitan. Belum genap sembilan bulan …

Menyusu Pada Pohon Tarra’ Read More »

Jerat Pesut Mahakam

Nur Cholish Majid Di atas gelombang pasang itu, tak ada yang memperhatikan gerakan sepimu. Semua pandang tertuju pada keramaian di daratan, bersiap menyambut acara puncak Festival Erau[1] yang sebentar lagi akan dimulai. Perahu kecil tersadai tak tenang, ditarik-tarik gelombang pasang yang tak sabar, menanti seorang pemancing berpengalaman turun ke sungai. Namun bahkan seorang pemancing terbaik …

Jerat Pesut Mahakam Read More »

Misteri Tikus Putih

oleh: Pius Katon Jatmiko Rembulan membulat sempurna di atas sana. Cahaya kuning keemasannya menyelisik melalui celah dedaunan pohon-pohon yang berjajar rapi di sepanjang jalan perkampungan. Halimun tipis memenuhi langit malam—membuat suasana kampung semakin mencekam. Aroma tanah yang bercampur dengan kembang kamboja menguar di udara.             Sudah tiga bulan lebih, Kampung Tanggul Angin dibuat geger oleh …

Misteri Tikus Putih Read More »

Tanah Jadah

Oleh: Abu Dzar Buraja terjengkang saat mengetahui istrinya bunting. Seharusnya itu kabar baik, tetapi bagaimana mungkin itu terjadi saat ia bahkan jarang pulang dan bertemu dengan istrinya hanya saat sarapan. Buraja gemetaran, wajahnya serupa kulit pisang busuk yang tak enak dipandang. Sementara itu, Jamilah istrinya justru terbahak-bahak seraya memukul meja makan. Tiada roman bersalah, atau …

Tanah Jadah Read More »

Pamer

Oleh: Dadang Ari Murtono Ion yang pertama melihatnya. Kami sedang berjalan-jalan dan bocah sebelas tahun itu berayun-ayun di lengan kiriku. Lantas tiba-tiba ia mogok dan menjerit-jerit, “Lihat.” Ia menuding ke atas dan matanya berbinar. Dan di sanalah lelaki itu mengendarai seekor kuda terbang, menghalau awan putih dan menarik-narik gumpalan mendung. “Bagaimana ia bisa terbang seperti …

Pamer Read More »

Sejarah Singkat Pembunuhan Tujuh Belas Tahun Terakhir

Oleh: Beri Hanna Tahun 2004 di kota Arnhem, telah terjadi pembunuhan, dilakukan Gottahrd terhadap Van Jan Melk. Memang Gottahrd mengakui perbuatannya, tetapi setiap ditanya apa alasannya membunuh, Gottahrd terus-menerus bungkam, bahkan tidak mengangguk dan menggelengkan kepala. Sebelum Gottahrd dijatuhi tuntutan tujuh belas tahun penjara, telah diketahui pembunuhan lain yang dilakukan pak pilot pada seorang penumpang, …

Sejarah Singkat Pembunuhan Tujuh Belas Tahun Terakhir Read More »

Asap

Oleh: Sukamti “Uhuk! Uhuk!” Aku terbatuk karena terhirup asap. Lagi-lagi tetangga sebelah kiri rumah membakar sampah. Asapnya tak hanya naik ke angkasa tetapi juga masuk ke dalam rumahku. Segera kuhidupkan kipas angin untuk menghalau asap yang masuk. Aku juga buru-buru ke halaman depan, mengangkat jemuran. Jangan terulang lagi kejadian beberapa hari yang lalu. Jemuranku bau …

Asap Read More »

Kertas, Kelinci dan Pelangi

Oleh: Octa Berlina Lelaki setengah baya itu memasuki dapurnya dengan langkah gontai. Kelelahan tampak tergambar jelas di raut wajahnya. Ruang berjarak beberapa meter dari dapur yang tadi riuh ramai, kini sudah sepi. Senyap. Tidak ada suara, tidak ada bisik-bisik. Tidak ada gumam atau perintah-perintah. Tinggal dia seorang diri, menyiapkan pagi. Untuk selanjutnya mengurusi sisa-sisa waktu …

Kertas, Kelinci dan Pelangi Read More »

Menanak Keyakinan

Oleh: Ede Tea Kepulan asap pekat memenuhi ruangan dapur. Berulang kali Sulastri membuka tutup dandang untuk mengecek beras yang sedang ia masak. Namun, dirinya hanya mendapat rasa cemas. Entah sudah berapa kali keluh diluahkannya pada hari itu. Diambilnya dua potong kayu mahoni, lalu dimasukkan ke dalam mulut tungku. Tubuhnya seketika limbung. Dari ruang tengah, Atika …

Menanak Keyakinan Read More »

Scroll to Top
× Hubungi kami